Pages

Ads 468x60px

Rabu, 28 September 2011

Mengenal Hypnotist


Apakah Hypnotist itu ?
            Berikut ini akan saya jelaskan apakah arti dari hypnotist sebenarnya. “Hypnotist” berasal dari kata “Hypnos” yang merupakan nama dewa tidur orang yunani. Namun perlu dipahami bahwa kondisi hypnosis berbeda dengan tidur biasa, orang yang sedang tidur tidak menyadari dan tidak bias mendengar suara-suara yang ada di sekitarnya. Sedangkan orang yang berada dalam kondisi hypnosis, meskipun tubunya beristirahat (seperti tidur), ia masih bias mendengar dengan jelas dan merespon informasi yang diterimanya. Dengan kata lain jika orang berada dalam keadaan hypnosis, orang tersebut masih sangat sadar.
            Secara teknis Hypnotist adalah suatu cabang seni magic yang digunakan untuk bermain dengan alam bawah sadar manusia, setelah seseorang memasuki alam bawah sadarnya, kita bisa menanamkan perintah tertentu dalam pikiran mereka, dan membuatnya melakukan hal-hal yang kita perintahkan.
            Ada pepatah kuno yang mengatakan “Tak kenal maka Tak sayang”, kalau kita kumpulkan 10 orang saja, lalu kemudian kita Tanya, apakah Hypnotist menurut mereka? Kemudian perhatikan bagaimana pandangan mereka terhadap Hypnotist tersebut. Maka sudah pasti kita akan mendapatkan jawaban dan pendapat yang berbeda-beda.
            Sebagian masyarakat masih “apriori” tentang Hypnotist, karena dianggap sejenis ilmu hitam, klenik, dan kejahatan-kejahatan yang menggunakan ilmu-ilmu semacam itu, maka sangatlah logis apabila ada kalangan yang “menjauhi” Hypnotist. Dari kalangan agama dengan penilaiannya yang “terburu-buru” Hypnotist diminta untuk “dijauhi” bahan “dimusuhi”. Dan untuk mengembalikan potret dan citra Hypnotist keidentitas asalnya, para Hypnotist- hypnotist mudalah yang mengambil peran.
            Penggalian Hypnotist secara ilmiah yang pertama oleh Franz Anton Mezmer (1734-1815), saat itu masih disebut sebagai Magnetisme (metode penyembuhan dengan menjalankan potongan logam ke tubuh pasien untuk melancarkan aliran universal).
            Marquis De Puysegur (1781-1825) mendapati subyek yang “tertidur” tetapi seolah sadar dan dapat memproses informasi.
            Joseph Philippe Francois Deleuze (1753-1835) mendapatkan bahwa sugiesti yang ditanamkan pada subyek ketika dalam kondisi trance akan terus terbawa hingga subyek tersadar.
            Kata atau istilah “Hypnotist” pertama dikemukakan dan digunakan oleh James Braid (1796-1860).
            Seorang dokter bedah James Esdaile (1808-1859) mempraktekan Mezmerisme untuk profesinya. Di India, ketika itu, dia melakukan lebih dari 3000 operasi pasien (prajurit korban perang) tanpa mengunakan obat bius (karena kekurangan anestesi). Umumnya, operasi tanpa obat bius mengakibatkan 50% pasien meninggal dunia. Tetapi Esdaile membuktikan bahwa Hypnotist dapat meminimalkan pendarahan dan mengembangkan resistensi tubuh terhadap infeksi, sehingga kematian pasien dapat ditekankan menjadi 5% saja.
            Dr. Jean Martin Charcot (1852-1893), Seorang neurologist juga popular karena mengembangkan Hypnotist dalam ilmu kedokteran.
            Tahun 1823-1904 Dr. Libeault menemukan teknik menginduksi dengan menggerakan tangan kedepan wajah atau dengan menempelkan tangan di dahi pasien.
            Dr. Hippolyte Bernhem (1904-1919), Seorang neurologist Prancis yang sangat terkenal mendirikan klinik Hypnoterapy di Nancy Prancis dan mengobati lebih dari 12.000 pasien. Bernhem telah dapat membuktikan bahwa Hypnotist tidak berbahaya dan dapat dilakukan pada orang yang normal dan sehat.
            Kemudian tahun 1856-1939 Dr. Sigmund Freud neurology dan psikolog terkenal di Austria, menggunakan Hypnotist sebagai alat psikologis penyembuhn gejala neurosis. Freud menginduksi hanya menggunakan kata-kata.

            Secara ilmiah, Hypnotist adalah ilmu yang mempelajari pengaruh sugiesti pada pikiran atau alam bawah sadar manusia. Proses psikologis menciptakan hasil fisiologis mkeadaan natural yang dialami setiap manusia. Sebuah alat untuk memperoleh perubahan saat brain wave kita berada diantar Alpha dan Theta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text